Pengapuran Plasenta Saat Kehamilan Yang Perlu Anda Ketahui

Pengapuran Plasenta Saat Kehamilan Yang Perlu Anda Ketahui

Selama janin masih berada di dalam kandungan, plasenta merupakan organ penting yang besar fungsinya. Sebab plasenta ini berfungsi untuk sirkulasi darah dan pertukaran hasil metabolisme dari ibu ke janin. Sebenarnya dalam kasus terjadinya pengapuran plasenta tak ada hubungannya dengan penyakit tertentu. Sebenarnya ini adalah proses yang terbilang normal terjadi dalam usia kehamilan pada kahir minggu ke-38.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jika pengapuran pada plasenta itu diakibatkan oleh adanya penggumpalan darah yang telah membeku.Hal ini bisa menghambat pembuluh darah dan mengganggu sirkulasi darah dari rahim. Pengapuran atau klasifikasi plasenta sebenarnya dipengaruhi berbagai faktor. Bisa karena faktor keturunan, faktor lingkungan akibat radiasi, frekuensi suara rendah, dan reaksi obat-obatan tertentu. Bukan itu saja, infeksi bakteri juga turut andil atas pengapuran pada plasenta.

Penyebab Pengapuran Pada Plasenta

Plasenta berkapur bisa disebabkan karena adanya gangguan kesehatan pada ibu hamil. Gangguan kesehatan yang bisa mengakibatkan plsenta berkapur seperti hipertensi, infeksi, antibody abnormal juga preeklampsia berat. Gaya hidup juga turut berpengaruh terhadap pengapuran plasenta. Oleh karena itu sangat disarankan bagi wanita untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat sebelum dan ketika menjalani masa kehamilan.

Resiko Pengapuran Plasenta

Sebenarnya plasenta berkapur itu tidak akan memberi dampak serius untuk ibu hamil. Meskipun dalam beberapa kasus, ibu hamil yang mengalami pengapuran plasenta memang disarankan untuk melahirkan caesar. Pada masalah ini perlu mendapat pemantauan serta perhatian serius dari tim medis. Bila terjadi stress pada janin hal ini akan memaksa untuk dilakukan operasi caesar.

Di sisi lain dampaknya untuk janin adalah akan terjadi penumpukan kalsium sehingga plasenta mati dan digantika dengan jaringan ikat. Kondisi ini tergantung proses pengapuran yang terjadi bila mengganggu aliran atau suplai nutrisi dan oksigen pada janin. Secara umum plsenta yang berkapur akan menyumbat aliran darah ke janin sehingga bisa terjadii gangguan pertumbuhan.

Dalam mengatasi plasenta berkapur harus ada tindakan dari tim dokter. Tindakan itu dimaksudkan agar dapat memastikan kecukupan nutrisi serta oksigen yang diperlukan janin. Dokter akan mengukur pertumbuhan janin, aliran darah serta kecukupan dari cairan ketuban. Agar membantu kelangsungan hidup janin, selanjutnya tindakan yang dilakukan adalah memberikan cairan pengencer darah jadi aliran oksigen tetap normal.

Menjaga Kesehatan Plasenta

Ketika sedang hamil kesehatan plasenta harus dijaga karena ini adalah cara untuk menghindari masalah yang kemungkinan terjadi pada plasenta, termasuk pengapuran plasenta. Ini penting untuk dilakukan karena plasenta memiliki peran penting dalam melindungi janin pada masa kehamilan. Akan tetapi, sampai saat ini yang menjadi penyebab dari pengapuran plasenta belum diketahui, jadi akan sulit untuk menentukan seperti apa langkah pencegahannya. Walaupun penelitian tentang pengapuran plasenta ini hanya sedikit, beberapa penelitian menunjukkan kondisi ini lebih umum terjadi kepada:

  • Wanita muda
  • Kehamilan pertama
  • Wanita yang merokok selama kehamilan.

Supaya bisa terhindar dari masalah pada plasenta, dianjurkan agar ibu hamil menjaga kesehatan serta memantau kondisi plasenta dengan rutin kepada dokter kandungan, termasuk risiko pengapuran plasenta.  atau mengonsumsi obat-obatan tertentu selama masa kehamilan juga disarankan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengapuran plasenta dan juga pencegahan dan cara mengatasinya. Agar dapat menunjang pertumbuhan janin, maka kesehatan plasenta harus selalu dijaga. Ibu hamil harus tahui penyebab pengapuran plasenta jadi dapat dilakukan pencegahan. Karena kehamilan adalah masa luar biasa bagi seorang ibu, jadi segalanya harus diperhatikan dan dijaga dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *